• visi HTN
  • kunjungan hes ke badilag
  • kunjungan ke kpppa 2019

MAHASISWA HKI IAIN PEKALONGAN KKL KE DITJEN BADILAG RI

07 Oktober 2019

Mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Pekalongan mengadakan kunjungan ke Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Republik Indonesia (Ditjen Badilag RI) pada akhir September 2019. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Jurusan HKI dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 5.

Kunjungan difasilitasi oleh Bapak Slamet Riyanto, SH.MM., selaku Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Ditjen Badilag. Kunjungan langsung diarahkan ke kantor Badilag yang ada di Jl. Jend. Ahmad Yani Jakarta Pusat. Ketua Jurusan HKI, Mubarok, Lc., MSI., yang juga ikut mendampingi rombongan berpesan kepada mahasiswa untuk bisa menyerap ilmu dari kunjungannya ke Ditjen Badilag, “Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Peradilan Agama, dengan harapan mahasiswa bisa langsung melihat dan terlibat di lapangan serta menyerap ilmu tidak hanya dari bangku kuliah saja,” tuturnya.

Mahasiswa kemudian diajak mengenal lebih dekat dengan Badilag melalui acara seminar dengan nara sumber Kasubdit Data dan Evaluasi, Bapak Subeno Tri Leksono, SH.MM, dan Kasubdit Bimbingan dan Monitoring, Bapak Sutarno, S.IP.MM.

Di sini dijabarkan mengenai tugas dan fungsi pokok Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama. Diantara tugas utamanya adalah melaksanakan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, perumusan standar, norma kriteria dan prosedur serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan tenaga teknis peradilan agama. Sementara fungsinya cukup banyak, satu diantaranya adalah Pelaksanaan perumusan kebijakan, standar, norma, kriteria dan prosedur, dan bimbingan teknis serta penyiapan pengusulan pengadaan, promosi, dan mutasi hakim.

Narasumber yang akrab disapa Pak Beno mengingatkan dan berpesan kepada para mahasiswa HKI Fakultas Syariah IAIN Pekalongan untuk belajar lebih giat dan harus siap menjadi generasi bangsa bila negara memanggil. Hal ini mengingat jumlah formasi pegawai di lingkungan Peradilan Agama masih membutuhkan sekitar 6.422 jika dilihat dari rasio formasi kebutuhan pegawai. Jumlah pegawai yang saat ini ada adalah 8.370 sementara kebutuhannya adalah 14.792.

Pada kesempatan ini disampaikan pula bahwa Badan Peradilan Agama yang berada di bawah Mahkamah Agung (MA) telah menerapkan Program e-litigasi / e-court sesuai Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Hal ini merupakan suatu terobosan baru bagi sistem peradilan di Indonesia karena memberikan efesiensi dari segi waktu maupun biaya yang perlu dikeluarkan. Beberapa kelebihan dari penggunaan program ini diantaranya:

  1. Biaya persidangan yang lebih murah
  2. Sumpah versi elektronik, bissa dilakukan di hadapan hakim dan panitera menggunakan media komunikasi audio visual
  3. Putusan elektronik, putusan hakim dalam bentuk elektronik kemudian dikirimkan salinan putusannya kepada para pihak dan pihak berperkara tidak diwajibkan hadir
  4. Database pengguna yang aman, pengguna dikelola oleh MA diikuti dengan pemeriksaan berkala berupa klarifikasi database pengguna dan akurasi pengguna apabila terdapat perbedaan dengan data yang tersimpan.

Kegiatan dipungkasi dengan pemberian kenang-kenangan dari Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Pekalongan ke Pihak Ditjen Badan Peradilan Agama yang disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. Ahkmad Jalaludin, MA.

Pihak fakultas sangat berterima kasih sekali kepada semua pihak di Ditjen Badan Peradilan Agama, khususnya Bapak Slamet Riyanto, S.H., M.M., selaku Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Ditjen Badilag yang telah mempersiapkan dan membantu kelancaran acara ini.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree